1.Tatalaksana TB pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Fany Cahyawati

RSAU dr Efram Harsana, Maospati-Magetan, Jawa Timur, Indonesia

Abstrak

Tuberkulosis (TB) dan HIV (human immunodeficiency virus) saling berkaitan dan sering menghasilkan koinfeksi TB-HIV. Koinfeksi TB-HIV sering
underdiagnosis karena gejala infeksi TB pada ODHA (orang dengan HIV/AIDS) tidak spesifik. Pemeriksaan awal meliputi pemeriksaan sputum
dahak, pemeriksaan cepat, dan pemeriksaan rontgen dada. Pasien yang telah didiagnosis TB dan HIV harus segera mendapat pengobatan
dengan mendahulukan OAT dilanjutkan dengan terapi ARV.
Kata kunci: ARV, koinfeksi TB-HIV, OAT, ODHA.

2.Kontribusi Aplikasi Medis dari Ilmu Bioinformatika Berdasarkan Perkembangan Pembelajaran Mesin (Machine Learning) Terbaru

Arli Aditya Parikesit

Department of Bioinformatics, School of Life Sciences, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3l), Jakarta, Indonesia

Abstrak

Berkembangnya ilmu bioinformatika merupakan konsekuensi banyaknya data eksperimen laboratorium para peneliti biologi molekuler ataupun
biomedis. Selain pengembangan basis data terpusat yang merupakan kompetensi inti ilmu bioinformatika, pendekatan komputasi lain seperti
pembelajaran mesin juga dikembangkan, sehingga data tersebut dapat diolah menjadi informasi yang berguna bagi dunia kesehatan. Kajian
ini akan menelaah perkembangan pendekatan pembelajaran mesin pada ilmu bioinformatika, dan aplikasinya pada dunia kesehatan terutama
pada informatika kanker dan virus. Masa depan aplikasi medis dengan ilmu bioinformatika menarik karena melibatkan berbagai pendekatan
baru seperti kecerdasan buatan dan biologi sistem.
Kata kunci: Bioinformatika, biomedis, biologi molekuler, biologi sistem, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin

3.Rekam Medis Elektronik Berbasis Cloud dalam Perspektif Etika dan Hukum di Indonesia

Rani Tiyas Budiyanti,1 Septo Pawelas Arso,1 Penggalih Mahardika Herlambang2
1Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
2Mahasiswa Pascasarjana Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

ABSTRAK

Rekam medis elektronik (RME) berbasis cloud telah berkembang di Indonesia. Layanan tersebut memiliki berbagai keuntungan seperti biaya
lebih rendah, fitur lebih mudah digunakan, potensi data sharing antar layanan kesehatan, serta mempermudah pengambilan keputusan klinis.
Meskipun demikian, implementasi RME berbasis cloud berpotensi menimbulkan masalah etika dan hukum seperti masalah keamanan data dan
jaringan, kepastian penyedia layanan cloud, prosedur data sharing, dan rahasia medis. Indonesia belum memiliki regulasi spesifik mengenai RME
ataupun RME berbasis cloud. Regulasi diperlukan agar implementasinya tidak bertentangan dengan etika dan hukum yang berlaku di Indonesia.
Kata kunci: Etika, hukum, rekam medis elektronik, RME berbasis cloud

4.Hutchinson Gilford Progeria Syndrome (HGPS): Potential Treatments

Dias Rima Sutiono, Fransiska Adeline

Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), Jakarta, Indonesia

Abstract

The Hutchinson-Gilford Progeria syndrome (HGPS) is a rare genetic disease that causes an early accelerated aging in children; clinically
characterized by manifestations affecting the skin, musculoskeletal system and blood vessels, also other features supporting aging processes.
This disease affects 1 in 4 – 8 million newborns all over the world without any race and gender preferences. The clinical features of HGPS
usually appear at the age of two and will be discovered through clinical diagnosis. It then will be followed by health problems like coronary
atherosclerosis that can be life-threatening. The life-span is usually 14,6 years. This review will discuss some emerging potential treatment such
as FTI (Farnesyltransferase inhibitors).

5.Terapi Ulkus Kaki Diabetes dengan NPWT (Negative Pressure Wound Therapy)

Ronald Winardi Kartika

Bagian Bedah Jantung Paru dan Pembuluh Darah, RS Gading Pluit, Jakarta, Indonesia

Abstrak

Rekonstruksi ulkus kaki diabetik merupakan tantangan bagi para dokter layanan primer. Dalam studi klinis dan eksperimental, efek NPWT
(negative pressure wound therapy) mempercepat penyembuhan luka melalui proses peningkatan aliran darah lokal, pembentukan jaringan
granulasi, dan penurunan kolonisasi bakteri. Tulisan ini melaporkan tiga pasien ulkus kaki diabetes yang sembuh dengan memuaskan melalui
NPWT, sebelumnya pasien menggunakan pembalut kasa lembap konvensional.
Kata kunci: Negative pressure wound therapy, NPWT, ulkus kaki diabetes
Keywords: FTI, HGPS, progeria, treatment

6.Anti-aging Interventions: Caloric Restriction and Beyond

Khing S. Ong,1 Zack S.T. Lim,2 Boenjamin Setiawan3
1Director Allergy and Immunology Division, Department of

Pediatrics, University of California Irvine. 1978-1985, USA, 2Retired RPH (Registered Pharmacist), USA, 3Founder, Stem Cell

Institute, Jakarta, Indonesia

Abstract

Aging is the biggest risk factor for most of the age-related chronic diseases, which carried a heavy health-care costs burden worldwide. These
age-related diseases, such as cardiovascular diseases, neurodegenerative diseases, cancers, type 2 diabetes, and osteoarthritis, shared common
mechanisms that associate with aging, such as chronic sterile low grade inflammation, cellular senescence, DNA damages, and stem cells
dysfunctions. In this review, we will first discussed the dietary manipulation, such as caloric restriction as the mean of delaying aging, and we will
also review nutraceuticals or natural compounds, and pharmaceutical drugs as the mean for intervention of aging.
Keywords: Anti-aging, caloric restriction

7.Biosimilar Drugs

L K Mela Dewi

School of Pharmacy, Management and Science University (MSU), Malaysia

Abstract

Biological medicines are medicines that are made or derived from a biological source and as such are complex molecules, with inherent variability
in their structure. A biosimilar medicine is a biological medicine which is highly similar to another biological medicine already licensed for use.
It is a biological medicine which has been shown not to have any clinically meaningful differences from the originator biological medicine
in terms of quality, safety, and efficacy based on a comprehensive comparability exercise. Biologic products are widely used in treatment for
neutropenia, cancer, inflammatory and autoimmune diseases, and enzyme or hormone deficiencies.
Keywords: Biological medicine, biosimilar, drugs

8.Tatalaksana Takikardia Ventrikel

Leni Agnes Siagian

Rumah Sakit Umum HKBP, Balige, Sumatera Utara, Indonesia

Abstrak

Takikardia ventrikel (TV), yang sering terjadi pada pasien dengan kelainan struktur jantung, dapat meningkatkan risiko kematian mendadak.
Penyebab paling sering adalah parut miokard akibat infark. Bentuk yang lebih benigna terjadi tanpa adanya gangguan struktur jantung.
Penanganan TV meliputi penanganan kegawatdaruratan dan pencegahan berulang dengan obat anti-aritmia dan terapi device. Beberapa
pasien dapat dilakukan pemasangan implantable cardioverter-defibrillator. Kateter ablasi juga dapat menjadi pilihan.
Kata kunci: Implantable cardioverter-defibrillator, kateter ablasi, obat antiaritmia, takikardia ventrikel

9.Antigen untuk Metode Serologi Deteksi Antibodi Anti-HIV

Ika Puspita Dewi

Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember, Indonesia

Abstrak

HIV dapat ditetapkan diagnosisnya dengan berbagai metode. Berbagai metode uji serologi antara lain EIA yang telah dikembangkan dari generasi
satu sampai generasi keempat sampai uji cepat deteksi antibodi anti-HIV. Deteksi antibodi spesifik patogen menggunakan antigen tertentu
yang berasal dari patogen tersebut. Antigen bisa berasal dari protein baik hasil isolasi maupun protein rekombinan, dan/ atau menggunakan
peptida baik rekombinan maupun sintetik.
Kata kunci: Antigen, EIA, peptida, protein, uji serologi

10.Hubungan Kadar Kholesterol High Density Lipoprotein (HDL) Serum dengan Framingham Stroke Risk Score pada Penduduk Kecamatan Sekarbela Mataram

Rohmatul Hajiriah Nurhayati,1 Herpan Syafii Harahap,2 Mohammad Rizki3

1Mahasiswa, 2Bagian Neurologi , 3Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Mataram, Indonesia

ABSTRAK

Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian utama di dunia. Faktor risiko stroke iskemik antara lain penurunan kadar kolesterol HDL
serum. Penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham
stroke risk score pada 55 orang penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Kolesterol HDL serum rendah didapatkan pada 56,36% subjek,
lebih banyak pada perempuan. Rerata tekanan darah sistolik subjek penelitian 143,47 ± 25,54 mmHg. Proporsi subjek dengan penyakit diabetes
melitus, penyakit kardiovaskuler, hipertrofi ventrikel kiri, dan fibrilasi atrium tergolong rendah, sehingga rerata probabilitas risiko stroke iskemik
rendah, yaitu 10,415%. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score (p>0,05).
Kata kunci: Framingham stroke risk score, kadar kolesterol HDL serum, stroke iskemik

11.Karakteristik Pasien Gagal Jantung di RS BUMN di Kota Malang

Erdo Puncak Sidarta,1 Vidyawati,1 Djanggan Sargowo2
1Dokter Internship 2Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Lavalette Malang, Jawa Timur, Indonesia

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan studi observatif deskriptif dengan purposive sampling sejak Februari 2017 hingga Oktober 2017 di RS BUMN di Kota
Malang. Data diperoleh dari wawancara, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang pada pasien IGD RS dengan diagnosis gagal jantung
oleh dokter spesialis jantung. Jumlah responden sebanyak 33 orang. Hasil: Dari 33 pasien, 19 (57,6%) pria. Kelompok usia terbanyak adalah <60
tahun (17 pasien – 51,5%). Sumber pembiayaan terutama asuransi pemerintah (BPJS) (27 pasien – 82%). Sejumlah 24 pasien (72,7%) memiliki
riwayat penyakit jantung, 14 pasien (42,4%) memiliki riwayat merokok, 7 pasien (21,2%) memiliki riwayat konsumsi alkohol, 10 pasien (30,3%)
memiliki riwayat diabetes melitus, dan 20 pasien (60,6%) memiliki riwayat rawat inap akibat gagal jantung. Rehospitalisasi terutama selama <6
bulan (10 pasien – 30,3%). Penyebab terbanyak adalah kardiomiopati terdilatasi (13 pasien – 39,4%). Sebanyak 15 pasien (45,4%) datang dengan
NYHA III dan gejala fisik terutama edema perifer (22 pasien – 66,7%). Kardiomegali pada x-ray dada didapat pada 31 pasien (93,9%), irama sinus
pada elektrokardiogram pada 28 pasien (84,9%). Pada ekokardiografi, 17 pasien (51,5%) memiliki ejeksi fraksi ≥40%. Simpulan: Sebagian besar
responden pria, berusia <60 tahun, dan kardiomiopati terdilatasi merupakan penyebab paling banyak gagal jantung.
Kata kunci: Gagal jantung, registri

12.Status Imunitas Anak dengan Anemia Defisiensi Besi

Krisnarta Sembiring, Bidasari Lubis, Nelly Rosdiana, Selvi Nafianti, Olga Rasiyanti Siregar

Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/RSUP H. Adam Malik, Medan, Indonesia

Abstrak

Anemia defisiensi besi merupakan penyakit akibat defisiensi nutrisi terbanyak di dunia. Anak dengan anemia defisiensi besi mengalami gangguan
imunitas yang bervariasi, mencakup nonspesifik, seluler, dan humoral. Hal ini meningkatkan kerentanan terhadap infeksi pada populasi tersebut.
Anemia defisiensi besi yang diperberat oleh infeksi akan menimbulkan dampak negatif yang lebih besar terhadap kondisi kesehatan anak.
Kata kunci: Anak, anemia defisiensi besi, imunitas

13.Procalcitonin Level is Correlated with Community Pneumonia Severity

Doharjo Manullang, EN Keliat, Alwinsyah Abidin
Pulmonology and Alergy Immunology Division, Internal Medicine Department,
Faculty of Medicine, University of North Sumatera/H.Adam Malik General Hospital Medan, Indonesia

Abstract

Procalcitonin (PCT) is a peptide consisting of 116 amino acids released by thyroid C cells in very low concentrations (<0.05 ng/mL). Microbial
infection will increase the expression of CALC – 1 gene causing release of PCT from cells. A cross-sectional research was done on 60 patients
with community pneumonia (July 2011 to June 2013) in Department of Internal Medicine, H.Adam Malik Hospital, Medan, consist of 33 men,
27 women, age 52.47±13.31 years. The objective is to determine the correlation between procalcitonin levels and severity of community
pneumonia. The results were the percentage of PCT class I 18.3%, class II 8.3%, class III 16.7%, and class IV 56.7%; 41.7% have PSI scores ≤90, which
are 25% have PSI score 91-130 and 33.3% have PSI score >130. There is a statistically significant correlation between PCT levels and severity of
community pneumonia (p =0.0001 somers’d test)
Keywords: Pneumonia community, procalcitonin, prognosis, PSI score.

 

DOWNLOAD Jurnal CDK No. 9 Infeksi Vol 45 Tahun 2018 (172 downloads)